Selasa, 01 November 2016

PUISI SINGGASANA (amkp)

SINGGASANA
(M. Amin Rais)

Aku terbangun mendengar suara nan indah
Mengetuk relung hati yang paling dalam
Membisik telinga laksana bisikan  sang bunda
Ku usap wajahku dengan kedua telapak tangan yang disertai do’a
Tuk melawan godaan yang mengikat dan menyesakkan
Wajahku ku basuh air nan suci
Agar rasa kantuk terlepas darinya
Ku sucikan tubuh ini
Tuk beranjak menggugurkan kewajibanku
Langkah demi langkah
Ku arungi di jalan setapak yang kasar
Menuju singgasana yang indah nan suci
Ku langkahkan kaki kananku di ambang pintu
Dan menghirup sejuknya udara yang menenangkan fikiran dan qalbu
Ku nikmati setiap pantulan ayat di setiap sudut ruangan
Yang di lantunkan seorang imam yang cerdas
Ku angkat tanganku sejajar dengan dadaku dan menyebut asma-Mu
Kedua tanganku ku leletakkan di lutut dan kurenggangkan jari jemariku
Kemudian ku rapatkan keningku di atas tenunan yang indah nan lembut
Tuk melaksanakan kewajibanku sebagai seorang hamba
Dan sebagai bentuk kecintaanku kepada-Mu
..........................................
...............

Senin, 09 Mei 2016

puisi tentang orang tua


ORANG TUA
(M. Amin Rais)

Ku termenung akan indahnya wajahmu
Ku tersentuh akan manisnya senyummu
Ku terbelenggu akan dahsyatnya perjuanganmu
Dan ku tertahan saat ku mengingat wajahmu
Air mataku menetes......
Mengingat setiap detik-detik perjuanganmu
Demi kami.......
Kalian rela banting tulang di bawah teriknya mentari
Dan demi kami.....
Kalian rela mengorbankan waktu luang kalian
Mama...papa...
Setiap ku bersujud
Ku ingat selalu harimu yang begitu melelahkan
Setiap ku lantunkan ayat-ayat Allah
Yang terlukis di dunia khayalku
Hanyalah gambaran penat di wajahmu
Ku ingat selalu.....
Saat dimana kalian pulang dari rutinitasmu
Dan berkumpul di depan televisi
Ku tatap wajahmu
Yang menyimpan beribu kepedihan
Tetapi kalian senantiasa tersenyum lugu di hadapan kami
Dan memberikan semangat hidup kepada kami
ma...pa...
Kami belum bisa membahagiakan mama dan papa
Yang bisa kami berikan
Hanyalah sepasang kain dan sebuah topi kebanggaan
Sebagai lambang kesuksesan kami di dunia pendidikan
Setelah ini......
Kami berjanji akan membahagiakan kalian
Dan merawat kalian seperti kalian merawat kami dahulu
Terimah kasih ma.....
Terimah kasih pa.....
Atas segala pengorbanan yang telah kalian lakukan
Akan ku ganti semua itu dengan
Cinta.. kasih sayang serta kerja keras ku
Walaupun itu tak sebanding dengan setetes air susumu
TERIMA KASIH
............................................................
...............................
.........

Rabu, 06 April 2016

puisi tentang ketaatan seorang hamba di atas sajadah



SAJADAH
(M. Amin Rais)

Ku berdiri di atas kain suci nan indah
Kain yang saangat sederhana
Namun, menjadi hal yang penting dan bermakna.
Kain yang mungil
Berbentuk persegi panjang
Yang terbuat dari tenunan yang tak begitu mahal
Namun menjadi transportasi terbaik tak tertandingi
Meski TEKNOLOGI sekalipun yang kita rasakan di tahun 2000-an ini
Di atas kain ini ku bersimpuh
Dan mengayunkan tangan
Menyebut keagungan-MU
Ditengah luluhnya hati atas kebesaran dan kemuliaanmu-Mu
Ku hiasi Nama-Mu dengan Ayat, Do’a serta untaian dzikir
Sebagai perekat antara hamba dengan Sang Pencipta
Ku sandarkan keningku dihadap-Mu
Dan menitikkan air mata penuh kerendahan
memohon ampunan-Mu-
...............